Kesalahan Pakai Deodoran di Ketiak yang Harus Dihentikan!

Kesalahan Pakai Deodoran di Ketiak yang Harus Dihentikan!

0 Comments

Memakai deodoran adalah salah satu hal yang rutin Anda lakukan untuk menghilangkan bau badan. Meski memakai deodoran adalah hal yang biasa, tetapi sering terjadi beberapa kesalahan yang dilakukan saat menggunakan produk ini.

1. Tidak Mengetahui Perbedaan Antara Deodoran dan Antiperspirant

Antiperspiran berfungsi untuk mengurangi keringat, sedangkan deodoran untuk mengurangi bau. Menurut Fayne Frey, dokter kulit dan pendiri FryFace, sebagian besar antiperspirant mengandung garam aluminium, terkadang dicampur dengan garam zirkonium, yang mengikat protein di saluran kelenjar keringat. Ini akan menyumbat saluran keringat yang sementara dapat mengurangi produksi keringat. Deodoran adalah produk yang menetralisasi bau-menggunakan bahan-bahan yang membunuh bakteri yang menyebabkan bau badan. Deodoran tidak mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan dan tidak akan membuat ketiak Anda kering.

2. Memakai Deodoran Setelah Bercukur

Berhati-hatilah saat mengoleskan deodoran atau antiperspiran setelah bercukur, terutama saat menggunakan produk dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan iritasi.

3. Memakai Deodoran Berlapis-lapis

Banyak orang mengoleskan deodoran berlapis-lapis dengan harapan agar tidak bau badan. Padahal, Anda hanya perlu mengoleskan deodoran ke kulit yang bersih dan kering, sehingga dapat langsung menempel ke permukaan ketiak. Jadi, tak ada gunanya memakai deodoran berlapis-lapis.

4. Memakai di Pagi Hari

Ternyata, selama ini cara Anda memakai deodoran kurang tepat. Berlawanan dengan keyakinan yang populer, Anda seharusnya mengoleskan deodoran di malam hari sebelum tidur. Deodoran dan antiperspiran paling efektif pada kulit ketika saluran keringat kurang aktif dan kelembapannya rendah. Ini biasanya terjadi di malam hari dan saat Anda tidur. Karena deodoran harus selalu dioleskan pada kulit yang bersih dan kering, sebaiknya setelah mandi di sore/malam hari, keringkan kulit, lalu oleskan deodoran. Namun, jika Anda ingin merasakan aroma segar deodoran, tidak apa-apa untuk mengaplikasikannya lagi di pagi hari. Namun, ini lebih untuk kenyamanan Anda sendiri.

5. Memakai Deodoran Setiap Hari

Frekuensi pemakaian deodoran tergantung pada tubuh Anda dan jenis deodoran/antiperspirant yang Anda gunakan. Anda mungkin tidak perlu mengoleskannya setiap hari karena ada beberapa antiperspiran yang bertahan hingga 48 jam. Jika ragu, baca labelnya, atau cukup bersihkan dan aplikasikan kembali.

6. Lupa Melembapkan Ketiak

Sama seperti kulit tubuh lainnya, ketiak Anda juga perlu dioleskan pelembap untuk meminimalkan iritasi. Untuk alternatif yang lebih alami, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa. Minyak kelapa mampu melembapkan kulit kering dan dapat mengurangi kehilangan air pada kulit yang sangat kering. Selain itu juga memiliki sifat antibakteri alami dan sangat lembut di kulit yang rentan.

7. Menggunakan Produk yang Salah

Sangat penting untuk mempertimbangkan jenis kulit dan sensitivitas kulit Anda saat memilih deodoran. Formula kandungan alkohol yang lebih tinggi, seperti semprotan dan gel, dapat mengiritasi jenis kulit sensitif.